rss

19 November, 2009

SMAN 23 Terancam Tak Bisa Gelar UN


Pengelola SMAN 23 Kota Bandung akhirnya mengundang Komite Sekolah untuk mencari solusi terkait mendesaknya renovasi tiga ruang kelas di sekolah tersebut yang rusak berat diguncang gempa, September lalu.

Menurut Wakasek SMAN 23 Bidang Kurikulum, Tedy Sukamto, ketiga ruang kelas itu harus secepatnya direnovasi, sebab jika tidak mereka tak akan sanggup mempersiapkan para siswa untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).

"Ruang kelas yang tersedia tidak mencukupi. Sisa ruangan yang bisa dipakai belajar hanya 16 buah, sementara jumlah siswa kelas 3 yang akan ikut UN mencapai 331 orang. Ini berarti kami kekurangan tiga kelas. Sebab dengan jumlah maksimal 20 peserta UN per kelasnya, minimal kami memerlukan 19 ruang kelas," ujarnya, beberapa saat lalu.

Pada gempa September silam, 8 ruang kelas di SMAN 23 rusak parah, sementara 3 lainnya rusak ringan. Semua ruang kelas itu tidak bisa dipakai, kecuali tiga kelas yang rusak ringan yang sekarang sudah direnovasi.

Saat ini, terang Tedi, akibat kurangnya ruang kelas, para siswa belajar dengan sistem shift, pagi dan siang.

Menuru Tedy, untuk merenovasi ruang kelas yang rusak ini, paling tidak diperlukan biaya Rp 1,25 miliar. Dana yang diperlukan kini sudah diajukan ke pemerintah, namun belum bisa cair karena baru masuk pada anggaran 2010.

"Kita tidak bisa menunggu bantuan pemerintah karena kegiatan belajar mengajar tetap harus berjalan. Itu sebabnya, kami berinisiatif memperbaiki ruang kelas yang rusaknya tidak begitu parah dengan dana swadaya masyarakat. Itu yang kami bicarakan dengan Komite Sekolah," kata Tedy.

sumber : tribunjabar.co.id
Read More..

16 November, 2009

Beli Listrik Malaysia, PLN Hemat Rp 1,36 Miliar

Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar mengatakan pihaknya dapat menghemat sebesar Rp 1,36 miliar per semester dari hasil pembelian tenaga listrik dari Malaysia. Awal 2009 lalu, PLN membeli listrik dari Malaysia untuk memenuhi pasokan listrik di Kalimantan Barat.

"Penghematan di sisi PLN diperkirakan sekitar Rp 1,36 miliar selama satu semester bila dibandingkan PLN membangkitkan dengan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)," kata Fahmi, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, di gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11).

Sebagai tambahan, PLN secara resmi telah membeli listrik dari Serawak, Malaysia dari Serawak Energy Berhard (SEB), untuk kebutuhan listrik masyarakat perbatasan Kalimantan Barat-Serawak.

Adapun harga listriknya sedikit lebih murah, harga listrik SEB lebih murah Rp 1.000 per KWh dibandingkan kalau PLN membangun pembangkit sendiri di Kalbar.

Fahmi merinci, pada Januari 2009 lalu, pihaknya membeli listrik dari Malaysia untuk pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah Sajingan,Kalbar sebesar 200 kilo volt ampere (KVA). Kemudian untuk wilayah Badau sebesar 400 KVA mulai April 2009 serta di wilayah Entikong dan Jagoibabang yang direncanakan sebesar 1 megawatt (MW).

sumber : kompas.com
Read More..

14 November, 2009

Suami Jual Istri di Internet

New York - Seorang pengangguran coba membayar tagihannnya yang menumpuk dengan cara ngawur. Bagaimana tidak? Ia memposting iklan di situs Craigslist yang menawarkan
istrinya sendiri.

Pria bernama Florian Penev asal New York tersebut menyatakan bahwa istrinya, Zdravka Zotkova, tersedia bagi para pria yang berminat. Tentunya, mereka yang menginginkan jasa seks sang istri harus membayar sejumlah uang.

Seorang peminat yang tertarik pada iklan itu pun datang. Namun sial bagi Penev, calon konsumen tersebut ternyata adalah seorang polisi yang sedang menyara. Penev dan istrinya pun langsung diringkus.

Penev mengaku pada polisi bahwa ia baru saja dipecat dari pekerjannya sebagai desainer grafis. Ia pun menjual istrinya itu sebagai jalan pintas untuk meraup uang.

Dalam proses pengadilan, Penev terbukti bersalah melakukan konspirasi prostitusi. Ia pun dikenai denda yang cukup besar, yakni US$ 2000.

Sedangkan istrinya harus menjalani sejumlah program yang diminta pengadilan. Demikian yang dilansir NBC

sumber : detiknet.com
Read More..

10 November, 2009

Mahasiswa ITB Dikeroyok Sopir di Ciumbuleuit

Rudolf Rinaldo (23) dan temannya, Danu Arianto (22) babak belur dikeroyok sejumlah sopir taksi di kawasan Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, dini hari tadi.

Keduanya kini dirawat di RSHS Bandung. Salah seorang korban bahkan sempat pingsan beberapa lama sebelum akhirnya siuman.

Rudolf yang juga alumnus ITB menderita luka pada bagian wajah dekat bibir hingga perlu dijahit sekitar 10 jahitan. Sementara rekannya, Danu yang masih berstatus mahasiswa ITB tingkat akhir menderita luka memar di wajah.

Rudolf, di RSHS, beberapa saat lalu mengatakan, ia dan Danu sedang mengendarai mobil bersama tiga rekan mereka saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, kata Rudolf, laju kendaraannya tak terlalu kencang. Tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil taksi yang melaju kencang dan menyalipnya.

Merasa tindakan sopir itu membahayakan, Rudolf pun memacu mobilnya untuk mengejar taksi tersebut. Taksi ini akhirnya tersusul dan berhasil dipepet hingga berhenti. Adu mulut antara Rudolf dan sopir taksi pun tak terhindarkan.

Saat itu, kata Rudolf, ia mencabut kunci mobil dari taksi yang dipepetnya, lalu melempar kunci tersebut.

Merasa terdesak, si sopir lalu mengontak rekan-rekannya sesama sopir taksi, yang tak makan waktu lama segera saja berdatangan ke lokasi.

Rudolf mengatakan, tak kurang dari 50 mobil taksi yang saat itu datang. Saat itu suasana kian panas, dan insiden pemukulan pun terjadi.

Keributan mereda setelah beberapa petugas kepolisian datang ke lokasi. Para sopir membubarkan diri. Sementara korban dibawa ke RSHS.

Kepala UGD RSHS Bandung, dr Tri, mengatakan, kedua korban mengalami luka ringan pada bagian wajah.

"Pasien Rudolf sudah kami perbolehkan pulang, sementara Danu masih harus kami observasi," ujarnya.(dia)

sumber : www.tribunjabar.co.id
Read More..

Info Menarik

There was an error in this gadget
There was an error in this gadget

Chat


ShoutMix chat widget
 

Masukkan Code ini K1-BB4EB6-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
Produk SMART Telecom

Info Menarik

hafidz blog